Transformasi digital telah membawa perubahan signifikan dalam perilaku ekonomi mikro, khususnya dalam strategi penetapan harga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di platform marketplace digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana pelaku UMKM di Surakarta memaknai dan menerapkan strategi harga dalam menghadapi kompetisi algoritmik dan dinamika pasar digital. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif-interpretatif dengan strategi studi kasus kolektif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan 12 pelaku UMKM dari sektor fashion, makanan/minuman, kesenian dan kecantikan yang aktif di marketplace minimal selama 12 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar UMKM menetapkan harga berdasarkan mekanisme pasar dan algoritma platform, bukan berdasarkan biaya pokok produksi. Pelaku usaha cenderung menerapkan strategi psikologis harga dan responsif terhadap perubahan algoritmik untuk menjaga visibilitas produk dan daya saing. UMKM skala mikro menghadapi hambatan signifikan dalam memahami fitur digital canggih karena keterbatasan sumber daya dan literasi digital. Di sisi lain, sebagian UMKM mulai memanfaatkan marketplace sebagai kanal branding, bukan sekadar tempat bertransaksi, melalui penguatan visual, storytelling, dan live shopping. Temuan ini mengindikasikan bahwa marketplace digital berperan ganda sebagai saluran distribusi dan arena strategi kompetisi berbasis algoritma, sehingga membutuhkan intervensi kebijakan dan pendampingan untuk memastikan keberlanjutan UMKM dalam ekosistem digital.
Copyrights © 2025