Fenomena rendahnya efektivitas kinerja pemerintah daerah di tengah tuntutan pelayanan publik yang semakin kompleks menjadi isu strategis dalam praktik manajemen publik. Meskipun berbagai inovasi manajerial telah diperkenalkan melalui digitalisasi layanan, kebijakan desentralisasi, dan penerapan e-government, keberhasilan transformasi kinerja masih menghadapi tantangan struktural, budaya organisasi, serta kesiapan sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif berbagai bentuk inovasi manajemen kinerja di lingkungan pemerintah daerah serta dampaknya terhadap efektivitas organisasi dan kualitas layanan publik. Dengan menggunakan pendekatan studi pustaka sistematis terhadap 15 jurnal nasional dan internasional bereputasi, artikel ini menganalisis kerangka implementasi inovasi manajemen kinerja mulai dari pengembangan sistem digital (GRMS, SIMDABMD), kebijakan inovasi daerah, hingga penerapan model akuntabilitas kinerja berbasis SAKIP. Hasil studi menunjukkan bahwa inovasi mampu mendorong optimalisasi sumber daya, meningkatkan transparansi, dan memperbaiki tata kelola pelayanan, namun implementasinya masih terkendala oleh kesiapan infrastruktur, koordinasi antar unit, serta komitmen kepemimpinan. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan inovasi manajemen kinerja di daerah sangat ditentukan oleh integrasi sistem digital yang adaptif, penguatan budaya kinerja, serta reformasi kelembagaan secara menyeluruh. Studi ini merekomendasikan perlunya pendekatan kolaboratif lintas aktor dan adopsi kerangka kerja berbasis co-creation value serta open innovation untuk membangun manajemen kinerja pemerintah daerah yang berkelanjutan dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat
Copyrights © 2025