Implementasi Sistem Informasi Manajemen (SIM) di sektor pemerintahan tidak hanya bergantung pada kesiapan teknologi, tetapi juga pada faktor manusia dan budaya organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran budaya organisasi sebagai tantangan dalam penerapan SIM di lingkungan instansi pemerintah. Berdasarkan kajian literatur dari beberapa ahli, termasuk Suwandi (2023), ditemukan bahwa resistensi terhadap perubahan, ketidakpastian manfaat teknologi, serta ketidakmampuan memahami alur kerja baru menjadi hambatan utama dalam proses adopsi SIM. Budaya organisasi yang tidak adaptif terhadap teknologi modern dapat memperlambat transformasi digital yang dibutuhkan oleh institusi pemerintah. Oleh karena itu, strategi manajemen perubahan yang mencakup pelatihan, sosialisasi, dan pemberdayaan pegawai menjadi krusial untuk menunjang keberhasilan implementasi SIM. Studi ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman pentingnya aspek sosial dan kultural dalam pengembangan sistem informasi di sektor publik.
Copyrights © 2025