Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri peran perdagangan laut dan pertukaran budaya dalam perkembangan peradaban Islam di Nusantara melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Dengan menganalisis berbagai sumber akademik yang relevan, studi ini menemukan bahwa jalur perdagangan maritim menjadi media utama penyebaran Islam secara damai dan adaptif di wilayah Nusantara. Pelabuhan-pelabuhan strategis seperti Malaka, Aceh, dan Banten berperan sebagai pusat pertukaran budaya yang menghasilkan akulturasi nilai-nilai Islam dengan tradisi lokal, membentuk karakteristik Islam Nusantara yang unik. Selain aspek budaya, perdagangan laut juga memberikan kontribusi signifikan terhadap transformasi politik dan sosial melalui kemakmuran kerajaan-kerajaan Islam di kawasan tersebut. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan interdisipliner untuk memahami kompleksitas hubungan antara perdagangan dan pertukaran budaya dalam peradaban Islam Nusantara. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi studi lanjutan dan relevan dalam konteks dialog lintas budaya di era globalisasi.
Copyrights © 2025