Penyakit tidak menular kini menjadi penyebab utama kematian dan gangguan fungsi fisik, baik di tingkat global maupun nasional. Untuk mengatasi permasalahan ini, diperlukan kolaborasi yang solid antara tenaga kesehatan dan masyarakat, salah satunya melalui program Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM). Posbindu PTM adalah layanan kesehatan berbasis masyarakat yang berfokus pada tindakan promotif dan preventif guna mendeteksi serta mengendalikan faktor risiko penyakit tidak menular sejak dini secara terpadu. Tujuan dari Literatur reviuw ini adalah menganalisis implementasi kebijakan program pos pembinaan terpadu penyakit tidak menular. Penelitian dilakukan menggunakan metode tinjauan pustaka tradisional dengan sumber data dari Google Scholar, NCBI, dan ScienceDirect, mencakup publikasi tahun 2020 hingga 2024. Kata kunci yang digunakan meliputi implementasi kebijakan program posbindu PTM meliputi komunikasi, sumber daya, struktur birokrasi dan disposisi pada program Posbindu PTM. Keberhasilan program dinilai dari dampak positif yang dirasakan masyarakat. Kendala utama yang masih sering ditemukan antara lain keterbatasan tenaga terlatih terutama kader, minimnya sarana dan prasarana serta rendahnya keterlibatan masyarakat. Oleh karena itu, dibutuhkan evaluasi berkala guna mengoptimalkan hasil dari pelaksanaan program tersebut.
Copyrights © 2025