Penelitian ini menganalisis penerapan teori organisasi dalam konteks administrasi negara dengan fokus pada dinamika tata kelola pemerintahan di Sulawesi Tengah melalui pendekatan penelitian kepustakaan. Tujuan penelitian adalah memahami bagaimana teori organisasi dapat meningkatkan efektivitas tata kelola pemerintahan di wilayah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teori organisasi, khususnya pendekatan struktural dan manajemen strategis, membantu mengidentifikasi tantangan birokrasi seperti hierarki kaku dan inefisiensi administrasi. E-governance berpotensi meningkatkan aksesibilitas layanan publik, tetapi terhambat oleh keterbatasan infrastruktur dan sumber daya manusia. Prinsip good governance, termasuk transparansi dan partisipasi masyarakat, menjadi kunci untuk tata kelola yang inklusif, meskipun partisipasi masyarakat masih rendah. Manajemen strategis dan resiliensi digital mendukung adaptasi terhadap perubahan teknologi, sementara penguatan sistem pengendalian internal diperlukan untuk mengatasi korupsi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi teori organisasi dengan teknologi dan pendekatan partisipatif dapat menciptakan tata kelola yang responsif dan berkelanjutan di Sulawesi Tengah. Saran meliputi restrukturisasi birokrasi, penguatan e-governance, dan peningkatan partisipasi masyarakat
Copyrights © 2025