Pelayanan kesehatan yang aman dan bermutu tinggi merupakan tuntutan utama dalam penyelenggaraan rumah sakit. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa risiko terhadap keselamatan pasien, terutama di ruang rawat inap, masih sering terjadi dan perlu dikelola secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan manajemen risiko pada pasien di ruang rawat inap RSUD Toto Kabila. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian terdiri dari ketua komite mutu, kepala ruang rawat inap, serta perawat yang bertugas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses manajemen risiko telah dijalankan melalui empat tahapan utama, yaitu identifikasi, analisis, evaluasi, dan pengendalian risiko. Meskipun sistem pelaporan risiko telah tersedia, pelaksanaannya belum optimal terlihat dari keterlambatan pelaporan dan kurangnya sosialisasi menyeluruh kepada seluruh staf. Evaluasi risiko dilakukan berdasarkan tingkat keparahan, sementara pengendalian dilakukan melalui skema penilaian risiko, pelabelan pasien berisiko, serta pelatihan terbatas. Penelitian ini menegaskan pentingnya komitmen rumah sakit dalam menyempurnakan pelaksanaan manajemen risiko secara konsisten, demi menciptakan lingkungan rawat inap yang aman dan terpercaya bagi pasien. Diharapkan hasil studi ini dapat menjadi rujukan untuk peningkatan mutu pelayanan serta mendorong budaya keselamatan pasien yang lebih kuat di masa mendatang.
Copyrights © 2025