Penelitian ini menganalisis pengaruh ekspor, inflasi, dan suku bunga terhadap nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS periode 2013–2023. Nilai tukar mencerminkan stabilitas ekonomi dan daya saing suatu negara, yang dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti perdagangan internasional, kebijakan moneter, dan tingkat harga dalam negeri. Menggunakan metode regresi berganda dengan bantuan aplikasi EViews 12 Student Lite, hasil menunjukkan bahwa ekspor berpengaruh positif signifikan terhadap nilai tukar, artinya peningkatan ekspor justru diikuti depresiasi Rupiah. Inflasi berpengaruh negatif signifikan, mengindikasikan bahwa inflasi tinggi justru menyebabkan apresiasi Rupiah. Suku bunga berpengaruh positif namun tidak signifikan. Temuan ini memberikan masukan penting bagi pembuat kebijakan dan pelaku ekonomi dalam menjaga stabilitas nilai tukar melalui pengelolaan ekspor, pengendalian inflasi, serta kebijakan suku bunga, sekaligus merumuskan strategi perdagangan dan investasi yang lebih tepat dan adaptif terhadap dinamika global.
Copyrights © 2025