Radikal bebas dapat merusak sel dan memicu berbagai penyakit, sehingga diperlukan antioksidan untuk menetralkannya. Daun andong merah diketahui mengandung senyawa flavonoid yang bersifat sebagai antioksidan dan telah digunakan secara tradisional untuk mengatasi berbagai penyakit, salah satunya inflamasi atau peradangan dengan cara mengkonsumsi rebusan daunnya. Metode ekstraksi dapat mempengaruhi aktivitas antioksidan suatu tanaman, penelitian ini menggunakan metode ultrasonik dengan variasi suhu untuk mengoptimalkan ekstraksi senyawa aktif dari daun andong merah. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh suhu dan optimalisasi suhu terhadap aktivitas antioksidan pada ekstrak etanol daun andong merah. Metode penelitian ini menggunakan metode ekstraksi ultrasonik dengan variasi suhu menggunakan pelarut etanol 70%. Metode ultrasonik adalah proses ekstraksi dengan bantuan gelombang ultrasonik. Dilakukan pembuatan ekstrak kental, kemudian dilakukan skrining fitokimia dengan pereaksi warna dan dilanjutkan uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH. Hasil penelitian ini , berdasarkan uji kualitatif ekstrak daun andong positif mengandung flavonoid, steroid, triterpenoid, saponin, tanin pada berbagai suhu. Sedangkan uji kuantitatif menunjukkan nilai IC50 aktivitas antioksidan pada suhu 50℃, 60℃ dan 70℃ selama 20 menit secara berurutan adalah 44,25 ppm (sangat kuat), 46,70 ppm (sangat kuat), dan 50,83 ppm (kuat). Nilai aktivitas antioksidan pada suhu 50℃ menghasilkan aktivitas antioksidan terbaik dengan nilai IC50 44,25 ppm
Copyrights © 2025