Tanaman terong ungu (Solanum melongena L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang penting dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Namun, produktivitas tanaman ini sering terganggu oleh serangan hama, khususnya hama terbang. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati efektivitas penggunaan perangkap kuning (yellow trap) dalam menangkap dan mengurangi populasi hama pada budidaya terong ungu sebagai bagian dari strategi Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Pengamatan dilakukan selama delapan minggu (MeiāJuli 2025) di lahan pertanian Desa Sendang Rejo, Kecamatan Binjai, Sumatera Utara. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa jenis hama yang paling dominan adalah lalat daun (Liriomyza sp.) dengan jumlah maksimum 25 ekor pada minggu ke-6. Yellow trap juga menangkap jenis hama lain seperti semut terbang (Alates), anggang-anggang (Gerris marginatus), belalang (Caelifera), dan kutu dompol (Planococcus citri). Hasil penelitian menunjukkan bahwa yellow trap efektif sebagai alat monitoring sekaligus pengendalian awal populasi hama. Penerapan metode ini disarankan sebagai bagian dari sistem PHT yang lebih luas guna mendukung pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan
Copyrights © 2025