Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) anak merupakan masalah kesehatan global yang signifikan, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Anak-anak usia dini memiliki risiko tinggi mengalami progresi cepat dari infeksi laten menjadi TB aktif, terutama jika disertai faktor risiko seperti malnutrisi dan lingkungan tidak sehat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik anak penderita TB paru di Puskesmas Padas, Kabupaten Ngawi, selama periode 2023–2024. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pengumpulan data sekunder dari Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) dan rekam medis. Populasi penelitian adalah anak usia 0–18 tahun dengan diagnosis TB paru. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi. Hasil: Dari 32 anak yang diteliti, mayoritas berusia 0–5 tahun (71,88%) dan berjenis kelamin perempuan (56,25%). Sebanyak 56,25% memiliki status gizi buruk dan 43,75% gizi kurang. Semua anak (100%) telah mendapatkan imunisasi BCG, namun hanya 12,5% memiliki riwayat kontak dengan penderita TB dewasa. Skor diagnosis TB anak >6 ditemukan pada 84,37% pasien, dengan temuan klinis terbanyak berupa batuk ≥3 minggu (81,25%), uji tuberkulin positif (93,75%), dan hasil foto toraks mendukung TB paru (87,5%). Kesimpulan: Anak penderita TB paru di Puskesmas Padas didominasi oleh kelompok usia balita dengan status gizi buruk dan tanpa riwayat kontak TB dewasa. Meskipun seluruh anak telah diimunisasi BCG, angka kejadian TB paru tetap tinggi, menekankan pentingnya pelacakan kontak dan intervensi gizi dalam strategi pengendalian TB anak.
Copyrights © 2025