Susu sapi segar merupakan cairan kaya nutrisi yang menawarkan manfaat kesehatan bagi manusia. Namun, kandungan nutrisinya membuatnya rentan terhadap kontaminasi mikroba, sehingga memerlukan penanganan yang higienis. Pasteurisasi secara efektif melindungi susu dari kontaminasi mikroba, namun pertumbuhan bakteri termotoleran masih bisa dapat terjadi. Penambahan sari jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum), yang dikenal karena sifat antibakterinya, diharapkan dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan meningkatkan umur simpan susu pasteurisasi. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengevaluasi pengaruh penambahan sari jahe merah terhadap daya simpan susu sapi pasteurisasi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan susu sapi murni yang dipasteurisasi pada suhu 70-74 °C selama 15 detik. Sari jahe merah ditambahkan ke dalam susu dengan konsentrasi 0%, 1,5%, 2,5%, dan 3,5%. Parameter berupa sifat fisik susu, termasuk pH, aroma, dan warna, diamati setiap 3 jam sekali selama 24 jam. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sifat fisik susu yang ditambahkan sari jahe merah, daya simpannya menjadi lebih singkat, sekitar 6-9 jam pada suhu ruangan. Penurunan pH yang signifikan terjadi pada jam ke-24 selama inkubasi. Penambahan sari jahe merah pada susu pasteurisasi tidak memperpanjang daya penyimpanan susu, bahkan mempercepat koagulasi dan perubahan sifat fisik susu. Kata kunci: Jahe Merah, Susu Sapi, Pasteurisasi, Zingiber officinale, Antibakteri
Copyrights © 2025