Kusta masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang kompleks, bukan hanya dari sisi medis tetapi juga dari dampak sosial dan psikologis yang ditimbulkannya. Stigma sosial terhadap penderita kusta menyebabkan diskriminasi dan pengucilan yang dapat menurunkan kepatuhan dalam menjalani terapi Multi Drug Therapy (MDT). Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengaruh stigma masyarakat terhadap kepatuhan minum obat pada pasien kusta di Kabupaten Luwu melalui pendekatan kualitatif fenomenologis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap pasien kusta yang sedang atau pernah menjalani pengobatan MDT. Analisis dilakukan menggunakan teknik tematik dengan pendekatan Colaizzi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun para pasien menghadapi stigma sosial, mereka tetap berkomitmen menjalani pengobatan karena motivasi pribadi, seperti tanggung jawab terhadap keluarga dan harapan masa depan. Dukungan keluarga dan tenaga kesehatan menjadi faktor kunci dalam menjaga kepatuhan, sementara kepercayaan awal terhadap unsur mistis berubah setelah mendapatkan edukasi medis. Strategi yang digunakan pasien dalam menghadapi stigma mencerminkan ketahanan psikososial, seperti menjaga kepercayaan diri dan menerima dukungan emosional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penanganan kusta harus mencakup aspek sosial budaya melalui edukasi yang melibatkan tokoh masyarakat, peningkatan empati tenaga kesehatan, serta penguatan dukungan komunitas. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi intervensi yang lebih efektif dan kontekstual dalam upaya eliminasi kusta.
Copyrights © 2025