aspek struktural dan administratif, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh dinamika sosial dan budaya lokal. Dalam konteks Dinas Kesehatan, PP dan KB Kabupaten Banggai Laut, nilai-nilai seperti kekeluargaan, hierarki, musyawarah, dan gotong royong memainkan peran penting dalam membentuk budaya kerja dan perilaku birokrasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana gaya kepemimpinan dan pola komunikasi organisasi berinteraksi dengan dinamika sosial-budaya lokal dalam memengaruhi kinerja pegawai di lingkungan Dinas Kesehatan, PP dan KB Kabupaten Banggai Laut. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus eksploratif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif terbatas, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara tematik dengan teknik triangulasi sumber dan teknik untuk memastikan validitas temuan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan partisipatif dan pola komunikasi dua arah mampu mendorong semangat kerja, keterlibatan pegawai, dan efektivitas pelaksanaan program. Budaya kerja BERSERI yang mengintegrasikan nilai lokal dengan prinsip profesionalisme terbukti memperkuat kohesi dan akuntabilitas organisasi. Meskipun demikian, tantangan berupa resistensi terhadap perubahan, keterbatasan sumber daya manusia dan anggaran, serta ketimpangan pemahaman terhadap reformasi masih dihadapi. Kesimpulan: Keberhasilan reformasi birokrasi di sektor pelayanan kesehatan sangat bergantung pada kemampuan organisasi dalam menyelaraskan nilai-nilai budaya lokal dengan prinsip-prinsip tata kelola modern, melalui kepemimpinan yang adaptif dan komunikasi yang partisipatif.
Copyrights © 2025