Anemia pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan global yang berdampak serius terhadap ibu dan bayi, termasuk meningkatkan risiko Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Di Indonesia, angka kejadian BBLR masih tinggi, termasuk di wilayah Kabupaten Banyumas. Puskesmas Kebasen tercatat sebagai penyumbang tertinggi kasus BBLR di Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara anemia pada ibu hamil dengan kejadian BBLR di wilayah kerja Puskesmas Kebasen tahun 2024.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil yang melahirkan di wilayah Puskesmas Kebasen pada tahun 2024 dan memilih sampel kasus dengan simple rendom sampling yang berjumlah 194 orang pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data retrospektifyaitu dengan melihat catatan rekam pasien periode 2024, pengelolaan data dilakukan secara ststistik menggunakan analisis univariat dan analisis biavariat dangan uji Sprearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan anemia pada ibu hamil terhadap kejadian Berat Badan Lahir Rendah di Puskesmas Kebasen dengan p value 0,000< 0,05 dan nilai coefficient sebesar 0,605 yang artinya hubungan antara kedua variabel pada kategori kuat. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan kebijakan dan intervensi kesehatan masyarakat, khususnya dalam upaya pencegahan anemia dan BBLR.
Copyrights © 2025