Preeklampsia adalah gangguan kehamilan yang ditandai dengan hipertensi dan proteinuria, serta menjadi salah satu penyebab utama kematian ibu di Indonesia. Kondisi ini dapat menyebabkan pertumbuhan janin terhambat karena nutrisi yang tidak seimbang. Ibu hamil dengan preeklamsia dapat mengalami retardasi pertumbuhan janin dalam rahim, yang berpotensi melahirkan bayi dengan ukuran lebih kecil dan lemah dari yang diharapkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Preeklampsia pada ibu hamil terhadap kejadian Bayi Berat Badan Lahir Rendah di Wilayah kerja Puskesmas Kebasen. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Kebasen menggunakan jenis survey analitik dengan desain case control. Sampel dalam penelitian ini dibagi menjadi dua yaitu sampel control sebanyak 44 responden dan sampel kasus sebanyak 44 responden. Analisis bivariat menggunakan uiji Chi squiaire. Hasil penelitian menunjukkan Totail kejaidiain Preeklaimpsiai sebainyaik 36 oraing (40,9%),dain tidaik preeklaimsi sebainyaik 52 oraing (59,1%). Paidai kelompok kaisuis (BBLR) kejaidiain preeklaimsi sebainyaik 24 oraing(27,3%) sedaingkain paidai kelompok kontrol (BBLN) kejaidiain preeklaimsi sebainyaik 12 oraing (13,6%). Hasil nalisa statistic menunjukkan terdaipait pengairuih preeklaimsi terhaidaip kejaidiain BBLR dengain nilaii p vailuie 0,008 dain nilaii OR 3,2 haisil ini menuinjuikkain OR > 1 yaing airtinyai baihwai preeklaimsi meruipaikain faiktor terjaidinyai BBLR 3,2 kaili lebih besair dibaindingkain dengain tidaik preeklaimsi Kesimpulan dalam penelitian ini terdaipait pengairuih preeklaimsi terhaidaip kejaidiain BBL di wilayah kerja Puskesmas Kebasen. Disarankan fasilitas pelayanan Kesehatan dapat meningkaitkain uipaiyai deteksi dini preeklaimpsiai melailuii skrining yaing efektif .
Copyrights © 2025