Stunting masih menjadi tantangan dan menjadi masalah kesehatan yang perlu ditangani secara serius khususnya di negara-negara berpenghasilan rendah dan negara berkembang, salah satunya Indonesia. Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama sangat penting untuk mencegah stunting pada anak. ASI eksklusif menyediakan nutrisi optimal yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan riwayat pemberian ASI eksklusif terhadap kejadian stunted di wilayah kerja Puskesmas Kebasen tahun 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh balita usia 6 – 24 bulan di Desa Cindaga Puskesmas Kebasen Tahun 2025 dan memilih sampel kasus dengan simple rendom sampling yang berjumlah 85 orang pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner, pengelolaan data dilakukan secara ststistik menggunakan analisis univariat dan analisis biavariat dangan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan riwayat pemberian ASI eksklusif terhadap kejadian stunted dengan p value 0,000< 0,05. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatan edukasi dan dukungan kepada ibu serta keluarga mengenai pentingnya pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan untuk mencegah stunting. Selain itu, tenaga kesehatan dan kader perlu diberdayakan agar mampu memberikan pendampingan yang optimal dalam program ASI eksklusi
Copyrights © 2025