Pendahuluan: Stroke non-haemoragik atau stroke iskemik adalah gangguan peredaran darah otak akibat sumbatan pada pembuluh darah yang menyebabkan infark serebral. Jenis stroke ini mencakup sekitar 88% dari seluruh kasus stroke. Salah satu gejala utama adalah hemiparese atau kelemahan otot pada satu sisi tubuh, yang dapat mengganggu aktivitas fungsional pasien. Salah satu terapi yang dapat membantu pemulihan kekuatan otot adalah latihan Range of Motion (ROM) dengan menggenggam bola karet. Metode: Penelitian ini merupakan studi kasus deskriptif yang melibatkan dua pasien stroke non-hemoragik, yaitu Ny. P dan Ny. K, yang dirawat di Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar. Intervensi berupa latihan ROM dengan menggenggam bola karet diberikan selama tiga hari berturut-turut. Evaluasi dilakukan menggunakan format SOAP untuk menilai perubahan kekuatan otot ekstremitas atas. Hasil: Setelah tiga hari intervensi, terjadi peningkatan kekuatan otot ekstremitas atas pada kedua pasien. Ny. P menunjukkan peningkatan dari nilai 3 menjadi 4, dan Ny. K dari nilai 2 menjadi 3. Hasil ini menunjukkan bahwa latihan ROM menggenggam bola karet mampu meningkatkan kekuatan otot pasien stroke non-haemoragik. Kesimpulan: Terapi ROM menggenggam bola karet terbukti efektif meningkatkan kekuatan otot ekstremitas atas pada pasien stroke non-haemoragik dalam waktu tiga hari. Saran: Terapi ini dapat digunakan sebagai intervensi nonfarmakologis dalam program rehabilitasi untuk meningkatkan kekuatan otot pasien stroke.
Copyrights © 2025