Indonesia sebagai negara yang kaya akan budaya, adat istiadat, dan kuliner tradisional memiliki potensi besar dalam pengembangan wisata kuliner. Salah satu kekayaan kuliner tradisional yang dimiliki Provinsi Jambi adalah gulai terjun, sebuah hidangan khas masyarakat Suku Batin di Kecamatan Tabir, Kabupaten Merangin. Penelitian ini bertujuan untuk menggali keunikan gulai terjun dalam hal sejarah, teknik memasak, penyajian, serta keotentikannya sebagai bagian dari identitas budaya lokal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gulai terjun bukan hanya sekadar makanan, tetapi juga merupakan simbol tradisi dan kebersamaan yang diwariskan secara turun-temurun. Proses memasak yang dilakukan secara gotong royong dalam kegiatan adat “menggulai” mencerminkan nilai-nilai budaya dan struktur sosial masyarakat. Kearifan lokal tampak dalam pemilihan bahan, teknik memasak, hingga pembagian peran dalam tim memasak. Pelibatan generasi muda dalam proses pelestarian tradisi ini menjadi upaya strategis dalam menjaga keberlanjutan warisan kuliner. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya literatur kuliner tradisional Indonesia dan mendorong pelestarian budaya melalui dokumentasi dan edukasi.
Copyrights © 2025