Penelitian ini bertujuan merancang kembali Pasar Tradisional Moodu di Kota Gorontalo dengan pendekatan arsitektur perilaku untuk menciptakan ruang jual beli yang lebih tertib, humanis, dan fungsional. Permasalahan utama pasar saat ini meliputi tata ruang yang semrawut, kemacetan akibat aktivitas perdagangan di bahu jalan, dan minimnya fasilitas pendukung seperti area parkir. Metode yang digunakan adalah pendekatan desain arsitektur berbasis perilaku dengan mempertimbangkan aspek behaviour setting, kognisi spasial, dan persepsi lingkungan pengguna. Proses perancangan mencakup pembagian zona makro dan mikro, desain sirkulasi, fasilitas drive-thru, hingga elemen kenyamanan seperti ruang terbuka dan tata cahaya alami. Hasil perancangan menunjukkan bahwa penerapan prinsip arsitektur perilaku mampu memfasilitasi aktivitas sosial dan ekonomi secara lebih efisien, serta menyesuaikan dengan kebutuhan dan kebiasaan pengguna. Pasar tidak hanya berfungsi sebagai ruang transaksi, tetapi juga sebagai ruang sosial yang nyaman dan berkelanjutan. Dengan demikian, pendekatan ini memberikan solusi spasial terhadap kompleksitas perilaku pengguna, serta memperkuat peran pasar sebagai pusat aktivitas kota.
Copyrights © 2025