Purpose. Sistem pencatatan keuangan yang akurat dan terstruktur merupakan fondasi penting dalam pengelolaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya dalam menghadapi tantangan persaingan serta akses terhadap pembiayaan. Namun demikian, banyak UMKM masih mengandalkan pencatatan manual yang belum memenuhi prinsip-prinsip akuntansi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sistem pencatatan keuangan yang diterapkan oleh Toko Plastik Anjum Packaging, serta mengevaluasi kesesuaiannya dengan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM). Materials and Methods. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan pemilik, karyawan, dan pelanggan, observasi langsung di lapangan, serta analisis terhadap data pencatatan keuangan yang tersedia. Results. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pencatatan keuangan yang diterapkan masih sangat sederhana, belum menggunakan prinsip double entry, dan belum terdigitalisasi. Meskipun pemilik usaha memiliki kesadaran akan pentingnya pencatatan, pemahaman terhadap konsep dasar laporan keuangan masih rendah. Hambatan utama dalam adopsi teknologi meliputi keterbatasan literasi digital, kurangnya rasa percaya diri, serta kendala biaya. Conclusions. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelaku UMKM membutuhkan dukungan berupa edukasi, pelatihan akuntansi dasar, serta pendampingan dalam proses digitalisasi sistem keuangan. Simulasi penyusunan laporan laba rugi dan laporan posisi keuangan berdasarkan SAK EMKM menunjukkan bahwa pelaku usaha tetap dapat menyusun laporan keuangan sederhana, asalkan mendapatkan panduan yang tepat. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas dalam pencatatan dan pelaporan keuangan merupakan langkah strategis dalam memperkuat keberlanjutan dan profesionalisme UMKM
Copyrights © 2025