Studi literatur ini menganalisis dinamika manajemen piutang rumah sakit di Indonesia dan relevansi Cost-Benefit Analysis (CBA) sebagai dasar pengambilan keputusan investasi di era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Implementasi JKN dengan sistem pembayaran prospective payment INA-CBGs telah mengubah lanskap keuangan rumah sakit, menimbulkan tantangan signifikan dalam pengelolaan piutang dan arus kas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak JKN terhadap manajemen piutang dan mengevaluasi peran CBA serta metode capital budgeting lainnya dalam keputusan investasi rumah sakit. Dengan menggunakan pendekatan studi literatur sistematis terhadap jurnal ilmiah berbahasa Indonesia dan Inggris yang diterbitkan antara tahun 2015-2025, ditemukan bahwa piutang BPJS Kesehatan yang menunggak meningkat, memengaruhi likuiditas dan profitabilitas rumah sakit. Meskipun demikian, banyak proyek investasi rumah sakit menunjukkan kelayakan finansial berdasarkan analisis capital budgeting tradisional. Analisis menunjukkan bahwa CBA perlu diperluas untuk mengukur manfaat sosial di samping manfaat finansial. Implikasi dari temuan ini menggarisbawahi pentingnya pengelolaan piutang yang proaktif dan investasi dalam teknologi informasi bagi manajemen rumah sakit, serta perlunya penyesuaian kebijakan tarif dan pembayaran klaim oleh pembuat kebijakan untuk memastikan keberlanjutan layanan kesehatan di era JKN.
Copyrights © 2025