Pendahuluan: Dismenore merupakan nyeri haid pada hari pertama mesntruasi. Nyeri timbul pada abdomen kuadran bagian bawah yang disebabkan hormon. Tanda dan gejala dismenore adalah nyeri abdomen. Kompres hangat merupakan salah satu cara fisioterapi yang digunakan dalam menagani dismenore yang bertujuan untuk membantu merilekskan ketegangan otot pada area abdomen. World Health Organization tahun 2021 angka kejadian dismenore di dunia sangat tinggi, dapat dipastikan 90% perempuan mengalami dismenore dari 1.769.425 jiwa (10- 15%) dismenore ringan. Metode : Jenis penelitian kuantitatif melalui pendekatan studi kasus. Jumlah sampel penelitian 2 keluarga dengan remaja usia 10-19 tahun, pada keluarga 1 dilakukan pada tanggal 24-26 April 2025 dan keluarga 2 pada tanggal 27-29 April 2025. Tempat penelitian di Wilayah Kerja Puskesmas Singosari Kota Pematangsiantar. Hasil : Terdapat penurunan skala nyeri dengan implementasi pemberian kompres hangat di abdomen selama 3 hari, hasil skala nyeri pada Nn.D teratasi pada hari ke-3 dari skala nyeri 5 (nyeri sedang) menjadi skala nyeri 0 (tidak ada nyeri). Pada Nn.A nyeri teratasi sebagian pada hari ke-3 dari skala nyeri 6 (nyeri sedang) menjadi skala nyeri 1 (nyeri ringan). Kesimpulan : Terapi pemberian kompres hangat dengan masalah dismenore efektif untuk menurunkan nyeri haid. Saran : Penelitian ini dapat dijadikan sebagai intervensi keperawatan bagi perawat dan keluarga dalam penurunan nyeri pada dismenore.
Copyrights © 2025