Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar gula darah puasa, kapasitas fungsional kesehatan fisik, dan kesehatan umum dengan tingkat fatigue pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Gribig Kudus. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 82 orang, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan meliputi pengukuran kadar gula darah puasa dengan alat glucometer, pengukuran kapasitas fungsional menggunakan metode 6 Minute Walk Test (6MWT), penilaian kesehatan umum menggunakan kuesioner SF-36, serta pengukuran tingkat fatigue menggunakan Fatigue Assessment Scale (FAS). Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman.Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden mengalami hiperglikemia (90,2%), memiliki kapasitas fungsional dalam kategori buruk hingga sangat buruk, serta kondisi kesehatan umum yang tergolong rendah. Tingkat fatigue yang dialami juga didominasi oleh kategori fatigue berat. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kadar gula darah puasa dengan fatigue (p = 0,000; r = 0,396), antara kapasitas fungsional kesehatan fisik dengan fatigue (p = 0,002; r = -0,340), serta antara kesehatan umum dengan fatigue (p = 0,000; r = 0,413). Artinya, semakin tinggi kadar gula darah dan semakin rendah kapasitas fungsional serta kesehatan umum, maka tingkat kelelahan yang dirasakan pasien akan semakin tinggi. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kadar gula darah puasa, kapasitas fungsional kesehatan fisik, dan kesehatan umum dengan fatigue pada pasien diabetes melitus tipe 2. Temuan ini menunjukkan pentingnya pengelolaan kadar gula darah, peningkatan aktivitas fisik, dan perhatian terhadap kondisi kesehatan umum secara menyeluruh guna menurunkan tingkat kelelahan dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Copyrights © 2025