Malaria merupakan penyakit menular yang dapat bersifat akut maupun kronis, yang disebabkan oleh protozoa dari genus Plasmodium. Para ahli menyatakan bahwa penyakit ini menyerang sel darah merah (eritrosit) dan dapat menimbulkan kondisi serius yang berlangsung lama. Infeksi malaria dapat diidentifikasi melalui keberadaan parasit Plasmodium dalam darah. Berdasarkan World Malaria Report 2018 yang dirilis Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), tercatat sekitar 212 juta kasus malaria di dunia, dengan jumlah kematian mencapai ratusan ribu jiwa (Sriporo, K., dkk., 2020). Penularan terjadi melalui gigitan nyamuk Anopheles betina yang membawa parasit tersebut, dan infeksi ini berpotensi mematikan (Talapko, J., dkk., 2019). Di Indonesia, data Kemenkes tahun 2022 menunjukkan adanya 415.140 kasus malaria. Untuk memahami dinamika penyebarannya, berbagai model matematika telah digunakan, di antaranya model epidemi SIR (Susceptible-Infected-Recovered) dan SEIR (Susceptible-Exposed-Infected-Recovered) (Roni, 2011). Penelitian ini memfokuskan pada penerapan model SEIR dalam memodelkan penularan malaria, karena penyakit ini dapat menginfeksi kelompok rentan (susceptible) hingga memasuki fase laten tanpa gejala sebelum berkembang menjadi fase infeksi aktif.
Copyrights © 2025