Penelitian ini mengkaji peran strategis kepala madrasah dalam melakukan supervisi pembelajaran tahfidz al-Qur’an di MI Al-Ihsan Tenggarong, Kalimantan Timur. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif dan desain studi kasus, saya berupaya memahami bahwa supervisi dalam pendidikan Islam bukan sekadar aktivitas administratif, melainkan proses edukatif, spiritual, dan transformatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi langsung, dan studi dokumentasi, serta divalidasi dengan teknik triangulasi. Temuan menunjukkan bahwa strategi supervisi kepala madrasah dibangun atas tiga tahap utama: perencanaan yang cermat berdasarkan kebutuhan riil pembelajaran, pelaksanaan dengan pendekatan persuasif dan humanistik, serta evaluasi berkelanjutan yang menekankan umpan balik konstruktif. Supervisi tidak hanya menjadi sarana pengawasan, tetapi juga wahana pembinaan profesionalisme guru, penguatan nilai-nilai Islam, dan penciptaan iklim belajar yang disiplin, ikhlas, dan bercorak Qur’ani. Penelitian ini menyimpulkan bahwa supervisi yang efektif dalam pendidikan tahfidz harus mengintegrasikan kedisiplinan manajerial dengan kesadaran spiritual. Ketika supervisi dijalankan dengan keikhlasan, hikmah, dan konsistensi, ia memberi kontribusi nyata terhadap keberhasilan program tahfidz—bukan hanya dari sisi capaian hafalan, tetapi juga dalam membentuk peserta didik yang berkarakter mulia sesuai dengan nilai-nilai al-Qur’an.
Copyrights © 2025