Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pengalaman guru pemula dalam menghadapi tantangan pembelajaran inklusif di sekolah dasar melalui pendekatan fenomenologi. Fokus utama terletak pada makna subjektif dan reflektif dari proses yang dialami guru dalam menjalankan peran mereka di ruang kelas yang heterogen. Subjek penelitian terdiri dari tiga guru pemula yang mengajar di SD Negeri 2 Bugi Kota Baubau, yang telah menerapkan model pendidikan inklusif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi kelas, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik interpretatif fenomenologis. Hasil penelitian mengidentifikasi empat tema utama: ketidakpastian dan adaptasi di awal mengajar, tantangan komunikasi dengan siswa berkebutuhan khusus dan orang tua, pentingnya kolaborasi dengan rekan sejawat, serta refleksi diri yang mendorong pertumbuhan profesional. Temuan ini menunjukkan bahwa guru pemula memerlukan dukungan sistemik dalam bentuk pelatihan praktis, pendampingan di lapangan, serta ruang refleksi yang terstruktur. Implikasi dari studi ini menekankan pentingnya integrasi pembelajaran inklusif secara lebih konkret dalam pendidikan guru, serta perlunya kebijakan yang memberdayakan guru pemula dalam menghadapi realitas kelas yang beragam.
Copyrights © 2025