Repellent patch adalah salah satu inovasi sediaan repellent penolak nyamuk dalam bentuk stiker atau tempelan, yang dapat ditempelkan pada pakaian atau kulit. Produk repellent umumnya mengandung senyawa kimia DEET (N,N-diethyl-meta-toluamide) yang tidak baik bagi kesehatan, sehingga diperlukan alternatif lain yang lebih aman namun tetap efektif. Salah satu tanaman yang memiliki efek repellent adalah daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.). Daun pandan wangi di esktraksi menggunakan pelarut etanol 96% dengan metode maserasi. Ekstrak yang didapatkan di uji skrining fitokimia senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan di formulasikan dalam bentuk sediaan patch dengan variasi konsentrasi 25%, 30%, dan 35%. Sediaan patch yang dihasilkan diuji efektivitasnya terhadap nyamuk dan dievaluasi fisik sediaan meliputi uji organoleptis, pH, keseragaman bobot, ketebalan patch, kelembaban, dan daya tahan lipat. Hasil penelitian menunjukkan semua formula telah memenuhi paramenter mutu fisik. Patch dengan konsentrasi 35% memiliki daya tolak tertinggi sebesar 67,11% pada menit ke-10. Uji statistik menunjukkan perbedaan signifikan pada uji keseragaman bobot dan daya tahan lipat (P < 0,05), sementara pada uji kelembaban tidak terdapat perbedaan signifikan yaitu 0,405 (P > 0,05).
Copyrights © 2025