Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan sektor yang memainkan peranan penting dalam mendukung perekonomian Indonesia, termasuk di Kecamatan Wonogiri. Dalam beberapa tahun terakhir, pertumbuhan UMKM, khususnya di sektor kuliner, meningkat secara signifikan. Namun, peningkatan jumlah tersebut tidak selalu sejalan dengan peningkatan kinerja usaha. Tantangan utama yang dihadapi oleh pelaku UMKM meliputi rendahnya literasi digital, keterbatasan akses terhadap teknologi keuangan (fintech), serta kendala dalam memperoleh modal usaha yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis pengaruh literasi digital, penerapan fintech, dan modal usaha terhadap kinerja UMKM di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui kuesioner yang disebarkan kepada 83 pelaku UMKM kuliner di Kecamatan Wonogiri. Teknik analisis data menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Variabel dalam penelitian ini mencakup literasi digital (X1), fintech (X2), dan modal usaha (X3) sebagai variabel bebas, serta kinerja UMKM sebagai variabel terikat (Y). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel bebas, yaitu literasi digital, fintech, dan modal usaha, secara simultan dan parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja UMKM. Literasi digital terbukti meningkatkan efektivitas promosi dan operasional, fintech memperluas akses pembiayaan dan efisiensi transaksi, sedangkan modal usaha memberikan pengaruh langsung terhadap kemampuan produksi dan ekspansi. Temuan ini menegaskan pentingnya dukungan teknologi dan permodalan dalam mendorong keberlanjutan dan daya saing UMKM di era digital.
Copyrights © 2025