Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana model pembelajaran berbasis proyek (PjBL) dapat meningkatkan kebugaran fisik peserta didik di SDN Kalimati 2 pada kelas 5. Metode kuantitatif digunakan, dengan desain quasi-experiment untuk pre-test dan post-test control group. Studi ini mengambil sampel dari 24 peserta didik. Mereka dibagi menjadi dua kelompok: kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Alat tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah Tes Kebugaran Peserta didik Indonesia (TKSI) terdiri dari lima item: akurasi, koordinasi, kelincahan, kekuatan otot perut, dan daya tahan kardiovaskular. Hasil uji normalitas dan homogenitas menunjukkan bahwa data dalam penelitian ini layak untuk analisis parametrik yaitu uji t. Hasil posttest untuk semua variabel yang diuji dengan independent sample test menunjukkan perbedaan yang signifikan (p < 0,05) antara kedua kelompok, menurut hasil uji independent sample t-test. Semua kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan kebugaran jasmani rata-rata sebesar 39,48%, dengan peningkatan akurasi tertinggi sebesar 99,6%. Hasil ini menunjukkan bahwa model pembelajaran PjBL memiliki kemampuan untuk menciptakan proses belajar yang lebih aktif, kolaboratif, dan bermakna. Dengan demikian, PjBL dapat menjadi salah satu opsi untuk model pembelajaran PJOK di sekolah dasar.
Copyrights © 2025