Resiliensi siswa merupakan faktor penting dalam menghadapi tantangan akademik di era digital sehingga membutuhkan strategi pembelajaran yang inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan MilleaLab terhadap resiliensi akademik siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Lamongan pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen tipe nonequivalent control group yang melibatkan 60 siswa dibagi menjadi kelas eksperimen dengan PBL berbantuan MilleaLab dan kelas kontrol dengan PBL tanpa MilleaLab. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner resiliensi akademik, dan data dianalisis dengan uji normalitas, homogenitas, serta uji t menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan skor resiliensi pada kelompok eksperimen (dari 24,43 kategori sedang menjadi 32,03 kategori tinggi), dibandingkan kelompok kontrol (dari 24,97 menjadi 27,27 masih kategori sedang), dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Kesimpulan penelitian menyatakan bahwa model PBL dengan bantuan MilleaLab secara signifikan meningkatkan resiliensi akademik siswa dengan menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, pengelolaan emosi, dan keterampilan kolaborasi.
Copyrights © 2025