Penggunaan opioid pascaoperasi berhubungan dengan berbagai efek samping, seperti mual muntah pascaoperasi, ileus, dan keterlambatan pemulihan. Lidokain intravena (IV) perioperatif dilaporkan memiliki efek analgesik dan opioid-sparing yang dapat mendukung manajemen nyeri multimodal. Tujuan: Menilai efektivitas dan keamanan lidokain IV perioperatif dalam menurunkan nyeri, konsumsi opioid, dan mempercepat pemulihan pascaoperasi. Tinjauan sistematis dilakukan terhadap publikasi tahun 2010–2024 yang membahas penggunaan lidokain IV perioperatif. Basis data yang digunakan meliputi PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar. Studi yang diinklusi meliputi meta-analisis, systematic review, dan randomized controlled trial pada pasien bedah non-kardiak. Hasil: Sebanyak 15 studi memenuhi kriteria inklusi. Mayoritas studi menunjukkan bahwa lidokain IV perioperatif secara signifikan menurunkan skor nyeri pascaoperasi, konsumsi opioid dalam 24 jam pertama, insiden mual muntah pascaoperasi, serta lama rawat inap. Efek ini konsisten pada berbagai jenis pembedahan, termasuk bedah kolorektal, spine, hernia, histerektomi, dan bedah rawat jalan. Studi farmakokinetik menunjukkan bahwa kadar plasma lidokain tetap berada dalam batas terapeutik yang aman tanpa peningkatan risiko toksisitas sistemik.Kesimpulan: Lidokain IV perioperatif efektif dan aman sebagai bagian dari strategi analgesia multimodal untuk menurunkan nyeri, mengurangi kebutuhan opioid, dan mempercepat pemulihan pascaoperasi.
Copyrights © 2026