Radikal bebas menyebabkan stres oksidatif yang memicu penyakit degeneratif, sehingga antioksidan alami dari tanaman seperti kopasanda (Chromolaena odorata L.) semakin dibutuhkan mengingat risiko efek samping antioksidan sintetis. Penelitian ini bertujuan menganalisis metabolit sekunder daun kopasanda melalui isolasi KLT dan mengukur aktivitas antioksidannya dengan metode DPPH. Penelitian eksperimental kuantitatif ini menggunakan sampel 3 kg daun segar dari perkebunan karet Tarutung Panjang, Mandailing Natal, Sumatera Utara, diekstrak etanol 96%. Instrumen meliputi rotary evaporator, spektofotometer UV-Vis, dan plat KLT; analisis data mencakup skrining fitokimia, pengukuran Rf, serta regresi linier IC50. Hasil menunjukkan alkaloid, flavonoid, tanin, dan terpenoid/steroid terdeteksi (Rf 0,2-0,86), saponin negatif fitokimia. Ekstrak etanol memiliki IC50 0,003833 ppm (sangat kuat), lebih baik dari vitamin C (0,4654 ppm), dengan r² 0,9444. Daun kopasanda berpotensi sebagai antioksidan alami unggul untuk suplemen dan pangan fungsional.
Copyrights © 2026