Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji struktur ritual dalam tradisi Tama Maus pada suku Bana Bikomi di Kabupaten Timor Tengah Utara serta menganalisis potensinya sebagai sumber pembelajaran sejarah lokal. Masalah utama yang melatarbelakangi kajian ini adalah adanya defisit narasi lokal dalam kurikulum sejarah nasional yang menyebabkan diskoneksi antara siswa dengan identitas budayanya. Metode yang digunakan adalah studi literatur (studi kepustakaan) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui penelaahan dokumen, jurnal, dan sumber tertulis terkait, yang kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman (reduksi, penyajian, dan verifikasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual Tama Maus memiliki struktur sistematis yang mengatur hubungan sosial antara Usif (raja) dan Amaf (rakyat) serta mengandung nilai filosofis ketahanan pangan dan keadilan sosial. Kajian ini menyimpulkan bahwa tradisi Tama Maus sangat potensial diintegrasikan sebagai sumber belajar sejarah untuk mendorong keterampilan berpikir kritis siswa dan memperkuat kesadaran sejarah berbasis kearifan lokal.
Copyrights © 2026