Penelitian ini mengkaji peran perguruan tinggi dalam membangun budaya demokrasi dari perspektif mahasiswa. Kampus sebagai ruang akademik memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter demokratis generasi muda melalui berbagai aktivitas kemahasiswaan, pembelajaran, dan interaksi sosial. Penelitian kualitatif ini melibatkan lima informan mahasiswa aktif dari berbagai organisasi kemahasiswaan di universitas negeri di Indonesia. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kampus berperan signifikan dalam membangun budaya demokrasi melalui tiga dimensi utama: (1) pendidikan demokrasi melalui kurikulum dan pembelajaran di kelas, (2) praktik demokrasi dalam organisasi kemahasiswaan dan pemilihan umum kampus, dan (3) ruang diskusi dan kebebasan berekspresi. Mahasiswa merasakan pengalaman langsung berdemokrasi melalui pemilu organisasi, musyawarah, dan dialog kritis yang membentuk pemahaman mereka tentang nilai-nilai demokratis seperti toleransi, partisipasi, dan tanggung jawab sipil. Namun, masih terdapat tantangan berupa keterbatasan ruang dialog kritis dan ketimpangan akses partisipasi bagi mahasiswa dari latar belakang tertentu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kampus perlu terus memperkuat fungsinya sebagai laboratorium demokrasi dengan menciptakan ekosistem yang lebih inklusif dan partisipatif.
Copyrights © 2026