Perkembangan urbanisasi dan kompleksitas permasalahan perkotaan menuntut adanya sistem pengelolaan kota yang adaptif, efisien, dan berkelanjutan. Konsep smart city hadir sebagai paradigma pembangunan perkotaan berbasis teknologi, di mana Artificial Intelligence (AI) memainkan peran strategis dalam mendukung tata kelola kota berbasis data. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara teoritis integrasi Artificial Intelligence dalam sistem pengelolaan smart city dengan meninjau berbagai perspektif teori dan hasil penelitian terdahulu. Metode penelitian yang digunakan adalah tinjauan pustaka dengan pendekatan kualitatif dan analisis deskriptif. Data diperoleh dari Google Scholar dan sejumlah website kredibel dalam rentang waktu 2008–2026. Dari 50 artikel yang teridentifikasi pada tahap awal, dilakukan seleksi ketat berdasarkan kriteria relevansi dan kualitas, sehingga diperoleh 31 artikel yang dianalisis secara mendalam. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi AI dalam smart city berkontribusi signifikan terhadap peningkatan efisiensi layanan publik, kualitas pengambilan keputusan, serta keberlanjutan pengelolaan perkotaan. Namun demikian, penerapan AI juga menghadapi tantangan etis, sosial, dan kelembagaan, seperti isu privasi data, bias algoritma, kesenjangan digital, dan kesiapan institusi. Oleh karena itu, integrasi AI dalam smart city memerlukan pendekatan holistik yang menggabungkan inovasi teknologi, kerangka regulasi dan etika, kolaborasi multi-aktor, serta partisipasi masyarakat guna mewujudkan tata kelola kota yang cerdas, inklusif, dan berkeadilan.
Copyrights © 2026