Perilaku hygiene genitalia pada remaja putri pada saat ini masih tergolong buruk, hal ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan yang mereka miliki yang terjadi karena kurangnya edukasi terkait hygiene genitalia. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas G-HYE berbasis Health Belief Model (HBM). Jenis penelitian menggunakan quasi-experimental analitik dengan rancangan pre-post test control design. Pengumpulan data menggunakan kuesioner perilaku hygiene genitalia. Jumlah responden 138 orang dibagi menjadi 2 kelompok, kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan SPSS meliputi deskriptif analisis, uji Kolmogorov-Smirnov, uji Wilcoxon, dan uji Mann Whitney. Hasil penelitian yang diperoleh dari 138 responden, sebagian besar remaja putri berusia 16 tahun. Pada kelompok intervensi didapatkan nila p-value 0,000<0,05, artinya terdapat perbedaan perilaku hygiene genitalia remaja putri antara sebelum dan sesudah perlakuan. Pada kelompok kontrol diperoleh nilai p-value tingkat pengetahuan sebesar 0,739>0,05, sikap 0,527>0,05, dan praktik 0,317>0,05, artinya tidak ada perbedaan perilaku hygiene genitalia remaja putri antara pre-tets dan post-test. Pada uji Mann Whitney didapatkan nilai p-value 0,001<0,05, artinya terdapat perbedaan perilaku hygiene genitalia remaja putri antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Pemberian edukasi G-HYE berbasis Health Belief Model (HBM) efektif meningkatkan perilaku hygiene genitalia pada remaja putri.
Copyrights © 2026