Low back pain (LBP) merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang sering dialami oleh perawat, khususnya perawatInstalasi Gawat Darurat (IGD), akibat tingginya tuntutan kerja fisik dan penerapan prinsip ergonomi yang belum optimalsaat memindahkan pasien. Aktivitas mengangkat dan memindahkan pasien dengan postur kerja yang tidak ergonomisdapat meningkatkan risiko terjadinya LBP, yang pada akhirnya berdampak terhadap kenyamanan, keselamatan, sertaproduktivitas kerja perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan ergonomi fisik saat memindahkan pasiendengan kejadian low back pain pada perawat IGD di RSPAD Gatot Soebroto. Penelitian menggunakan metode kuantitatifdengan desain analitik observasional dan pendekatan korelasional. Sampel penelitian berjumlah 54 perawat IGD yangdipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Nordic Body Map untukmenilai ergonomi fisik dan The Pain and Distress Scale oleh William J. K. Zung untuk mengukur tingkat low back pain. Analisisdata dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman’s Rank. Hasil analisis menunjukkan adanyahubungan yang signifikan antara ergonomi fisik saat memindahkan pasien dengan kejadian low back pain pada perawat IGDdengan nilai signifikansi p = 0,001. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin buruk penerapan ergonomi fisik dalamaktivitas pemindahan pasien, maka semakin tinggi risiko terjadinya low back pain pada perawat. Kesimpulan penelitian inimenunjukkan bahwa ergonomi fisik memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian low back pain pada perawat IGD.Oleh karena itu, penerapan prinsip ergonomi yang tepat dalam aktivitas pemindahan pasien sangat penting sebagai upayapencegahan gangguan muskuloskeletal dan peningkatan kesehatan kerja perawat.
Copyrights © 2026