Journal of Innovative and Creativity
Vol. 6 No. 1 (2026)

Relevansi Film Aadc (2002) Dan Dua Garis Biru (2019) Dengan Gaya Pacaran Di Indonesia

Ranti Ernur Rahma (universitas 17 Agustus 1945 Jakarta)
Nuryati Nuryati (universitas 17 Agustus 1945 Jakarta)
Nurul Qomariyah (universitas 17 Agustus 1945 Jakarta)
Alvin Adriansyah Malik (universitas 17 Agustus 1945 Jakarta)
Najmatul Ulya (universitas 17 Agustus 1945 Jakarta)



Article Info

Publish Date
11 Feb 2026

Abstract

Penelitian ini mengkaji representasi hubungan romantis remaja dalam film Ada Apa Dengan Cinta? (2002) dan Dua Garis Biru (2019) serta relevansinya dengan gaya pacaran remaja di Indonesia. Kedua film dipilih karena merepresentasikan dinamika pacaran remaja dalam konteks generasi yang berbeda, sehingga memungkinkan pembacaan terhadap pergeseran nilai, norma, dan batas moral dalam relasi romantis remaja. Ada Apa Dengan Cinta? merepresentasikan pacaran remaja yang normatif dengan penekanan pada kedekatan emosional, kontrol diri, dan kesantunan, sedangkan Dua Garis Biru menampilkan pacaran remaja yang lebih terbuka dengan konsekuensi sosial dan moral yang eksplisit. Perbedaan ini menunjukkan perubahan cara media mengonstruksi makna pacaran remaja seiring dengan perubahan konteks sosial dan budaya di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis teks film berbasis studi kasus. Analisis dilakukan dengan menggunakan teori representasi Stuart Hall yang memandang film sebagai teks budaya yang secara aktif memproduksi makna melalui narasi, visual, karakter, dan simbol. Data primer berupa teks film dianalisis melalui pengamatan adegan, dialog, alur cerita, serta relasi antartokoh, sementara data sekunder diperoleh dari berbagai literatur akademik yang relevan dengan kajian film, remaja, dan representasi media. Hasil penelitian menunjukkan adanya pergeseran representasi pacaran remaja lintas generasi, dari relasi yang dikonstruksi secara simbolik dan normatif menuju relasi yang direpresentasikan melalui realisme sosial dan konsekuensi moral yang tegas. Temuan ini menegaskan peran film Indonesia sebagai produsen makna sosial yang tidak hanya merefleksikan realitas, tetapi juga berkontribusi dalam membentuk pemahaman masyarakat mengenai batas moral, risiko, dan tanggung jawab dalam pacaran remaja.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

joecy

Publisher

Subject

Education Languange, Linguistic, Communication & Media Mathematics Social Sciences Other

Description

Journal of Innovative and Creatifity (JOECY) publishes research articles in the field of education which report empirical research on topics that are significant across educational contexts, in terms of design and findings. The topic could be in curriculum, teaching learning, evaluation, quality ...