Sektor pertambangan batubara di Provinsi Jambi memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah, namun menimbulkan tantangan sosial-ekonomi dan lingkungan bagi masyarakat lokal. Penelitian ini menganalisis implementasi program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Bangun Energy Indonesia Tahun 2025 dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat di Desa Koto Boyo, Mersam, dan Kembang Tanjung, Kabupaten Batang Hari. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan teknik wawancara mendalam kepada manajemen perusahaan, analisis dokumen PPM-CSR-TJSLP, dan triangulasi data, penelitian menemukan realisasi CSR mencapai 76,60% (Rp985.388.410 dari target Rp1.286.466.050). Hasil analisis menunjukkan keunggulan signifikan di bidang infrastruktur (Rp406,68 juta) dan ekonomi-lingkungan (Rp848 juta) melalui inovasi UKM catering terintegrasi perbaikan jalan serta budidaya perikanan-perkebunan, menciptakan model ekonomi sirkular yang mengurangi ketergantungan ekstraktif selaras SDGs 8 (Pekerjaan Layak) dan 11 (Komunitas Berkelanjutan). Disparitas teridentifikasi pada pendidikan (Rp12 juta terealisasi dari Rp152,4 juta) dan kesehatan (nihil dari Rp81 juta) akibat kendala logistik. Secara keseluruhan, model CSR PT Bangun Energy Indonesia terbukti efektif memperkuat kemandirian melalui pemberdayaan Karang Taruna dan BUMDes.
Copyrights © 2026