Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan bentuk-bentuk gaya bahasa sarkasme, menjelaskan fungsi penggunaannya dalam menyampaikan kritik sosial, serta menganalisis kontribusinya terhadap narasi dan karakterisasi tokoh. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan stilistika. Data berupa kutipan narasi, dialog, maupun monolog tokoh yang mengandung unsur sarkasme, yang dianalisis menggunakan teknik baca-catat dan klasifikasi tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat delapan bentuk gaya bahasa sarkasme, yaitu: verbal (58 data), situasional (31 data), ironis (37 data), understatement (11 data), overstatement (16 data), retoris (20 data), kasar (26 data), dan halus (20 data). Sarkasme berfungsi sebagai sarana kritik sosial (29 data), hiburan (35 data), penguatan karakter (28 data), keterlibatan pembaca (44 data), serta perlawanan terhadap kekuasaan (21 data). Selain itu, gaya bahasa sarkasme berkontribusi dalam memperkuat tema, membangun konflik, serta menajamkan karakterisasi tokoh. Dengan demikian, penggunaan sarkasme dalam novel ini tidak hanya berfungsi sebagai hiasan linguistik, tetapi juga sebagai instrumen ideologis yang meneguhkan nilai estetis sekaligus kritik sosial
Copyrights © 2026