Penelitian ini menganalisis kecerdasan emosional (KE) guru anak tunagrahita di SLB-C Katolik St. Anna Tomohon, Indonesia, di tengah tantangan mengelola perilaku emosional beragam dalam pendidikan khusus. Tujuan penelitian menggali aspek KE berdasarkan teori Goleman melalui pendekatan fenomenologi. Penelitian kualitatif menggunakan purposive sampling dua guru berpengalaman sebagai subjek utama dari populasi sekolah. Instrumen meliputi wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan dokumentasi, dianalisis melalui reduksi fenomenologi, identifikasi horizon, pengklasteran tema, dan deskripsi esensial. Hasil menunjukkan tingkat KE tinggi, ditunjukkan pengenalan emosi diri saat marah, pengelolaan emosi melalui dukungan rekan dan musik rohani, motivasi intrinsik untuk kemandirian siswa, empati menangani tantrum, dan hubungan kolaboratif orang tua meski terkendala komunikasi asrama. Kesimpulan merekomendasikan pelatihan KE rutin bagi guru SLB dan program kolaborasi orang tua
Copyrights © 2026