Latar Belakang: Induksi anestesi merupakan fase penting dalam pemberian anestesi umum, terutama pada pasien dengan gangguan sistem pernapasan. Kecepatan induksi anestesi dapat memengaruhi stabilitas fisiologis pasien dan memicu komplikasi pernapasan, seperti laringospasme, bronkospasme, dan hipoksia. Oleh karena itu, penting untuk menilai hubungan antara kecepatan induksi dan gangguan sistem pernapasan untuk meningkatkan keselamatan pas ien.Metode: Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel total dengan total 56 responden yang menjalani operasi elektif dengan teknik anestesi umum di Ruang Instalasi Bedah Pusat Rumah Sakit Umum Dr. Sitanala, Tangerang. Hasil: Sebagian besar pasien (50%) mengalami laju induksi yang lambat. Gangguan pernapasan yang paling umum adalah PPOK (44,6%), diikuti oleh asma (28,6%) dan tuberkulosis (26,8%). Kesimpulan: Terdapat korelasi yang signifikan antara kecepatan induksi anestesi dan gangguan sistem pernapasan. Laju induksi harus disesuaikan dengan kondisi klinis pasien, terutama pada pasien dengan riwayat gangguan paru-paru.
Copyrights © 2026