Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat global dengan beban yang tinggi pada kelompok usia produktif. Pekerja merupakan kelompok berisiko tinggi terhadap TB paru akibat paparan lingkungan kerja yang tidak sehat serta keterbatasan implementasi kebijakan kesehatan kerja. Dalam konteks tersebut, pengendalian TB pada pekerja perlu ditinjau tidak hanya dari aspek klinis, tetapi juga dari perspektif kebijakan kesehatan. Tujuan: Literature review ini bertujuan untuk mengkaji bukti ilmiah mengenai tuberkulosis paru pada pekerja dalam perspektif kebijakan kesehatan, meliputi beban penyakit, faktor risiko di tempat kerja, kebijakan dan regulasi yang ada, serta tantangan implementasinya. Metode: Penelitian ini merupakan literature review yang disusun berdasarkan pedoman PRISMA 2020 dan PRISMA-S. Pencarian literatur dilakukan pada basis data elektronik utama dan repositori kebijakan menggunakan kata kunci terkait TB, pekerja, kesehatan kerja, dan kebijakan. Artikel yang diikutkan adalah publikasi lima tahun terakhir (≥2021), tersedia full-text, dan membahas TB pada pekerja serta implikasi kebijakan kesehatan. Sintesis data dilakukan secara naratif terstruktur. Hasil: Hasil review menunjukkan bahwa TB paru pada pekerja dipengaruhi oleh faktor individu, kondisi lingkungan kerja, dan kekuatan kebijakan kesehatan kerja. Kelompok pekerja tertentu, seperti tenaga kesehatan dan pekerja tambang, memiliki risiko lebih tinggi terhadap TB. Kebijakan kesehatan kerja yang mengintegrasikan skrining TB, pengendalian infeksi, dan perlindungan sosial terbukti penting dalam menurunkan risiko TB, namun implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan, terutama pada sektor informal dan dalam aspek monitoring kebijakan. Kesimpulan: Tuberkulosis paru pada pekerja merupakan masalah multidimensional yang memerlukan kebijakan kesehatan kerja yang komprehensif, inklusif, dan berbasis bukti. Integrasi program TB dengan kebijakan kesehatan dan keselamatan kerja serta penguatan implementasi kebijakan menjadi kunci dalam pengendalian TB yang berkelanjutan pada populasi pekerja.
Copyrights © 2026