Perusahaan manufaktur di Indonesia menghadapi tekanan meningkat untuk memaksimalkan nilai perusahaan sambil menangani isu keberlanjutan di tengah rendahnya tingkat pelaporan ESG. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pengungkapan sustainability report, emisi karbon, dan kinerja lingkungan terhadap nilai perusahaan dengan ukuran perusahaan sebagai variabel moderasi pada perusahaan manufaktur terdaftar di BEI periode 2022-2024. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan regresi linear berganda, populasi meliputi seluruh perusahaan manufaktur di BEI, dengan sampel purposive 33 perusahaan (99 observasi). Data sekunder dari laporan keuangan dan pengungkapan keberlanjutan dianalisis melalui SPSS 27, termasuk uji asumsi klasik, uji t, uji F, dan R². Hasil menunjukkan pengungkapan sustainability report berpengaruh negatif signifikan terhadap nilai perusahaan (sig=0,000), sedangkan emisi karbon dan kinerja lingkungan tidak signifikan. Ukuran perusahaan memoderasi negatif hubungan sustainability report dan emisi karbon, namun tidak kinerja lingkungan. Secara simultan, variabel menjelaskan 37,4% variasi nilai perusahaan. Kesimpulannya, pengungkapan ESG substantif di luar kepatuhan diperlukan untuk hindari sinyal negatif investor.
Copyrights © 2026