Kinerja karyawan krusial untuk keberlanjutan organisasi di industri manufaktur berat seperti produksi semen di PT Indocement Palimanan Cirebon, yang menuntut efisiensi, ketepatan, dan kepatuhan keselamatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan transaksional dan transformasional terhadap motivasi kerja dan kinerja karyawan. Menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan desain cross-sectional, populasi seluruh karyawan dengan sampel 51 responden melalui purposive sampling. Data primer dikumpul via kuesioner skala Likert terstruktur, dianalisis regresi linear berganda menggunakan SPSS, meliputi statistik deskriptif, uji asumsi klasik, dan pengujian hipotesis. Hasil menunjukkan kepemimpinan transaksional berpengaruh positif terhadap kinerja (β=0,345, p=0,002), transformasional lebih kuat (β=0,512, p=0,000), dan motivasi kerja memediasi signifikan (β=0,425, p=0,001), menjelaskan 69,2% variasi kinerja. Kesimpulannya, kepemimpinan hibrida yang mengintegrasikan kedua gaya efektif meningkatkan motivasi dan produktivitas berkelanjutan di lingkungan manufaktur berisiko tinggi.
Copyrights © 2026