Air bersih merupakan kebutuhan dasar manusia yang sangat vital bagi kesehatan dan aktivitas sehari-hari. Seiring dengan pertambahan penduduk di Desa Rema, Kecamatan Bukit Tusam, kebutuhan akan air bersih terus meningkat, namun fluktuasi ketersediaan air dari sumber sering kali menjadi kendala. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proyeksi kebutuhan air bersih penduduk Desa Rema untuk 10 tahun ke depan dan membandingkannya dengan debit ketersediaan air yang ada saat ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Analisis pertumbuhan penduduk dilakukan dengan menggunakan metode Aritmatik, Geometrik dan Analisis kebutuhan air berdasarkan data sekunder 10 tahun terakhir. Perhitungan kebutuhan air bersih mengacu pada standar SNI terkait kebutuhan air domestik dan non-domestik. Ketersediaan air diukur melalui observasi lapangan terhadap debit aliran sungai yang dialirkan ke reservoir (wadah penampung air) yang dibangun oleh program PAMSIMAS (Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat) yang ada di desa Rema Kecamatan Bukit Tusam Kabupaten Aceh Tenggara. Jumlah penduduk desa Rema pada tahun 2025 sebanyak 689 jiwa dengan total kebutuhan air bersih sebesar 63,388 L/det. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proyeksi jumlah penduduk Desa Rema pada sepuluh tahun mendatang yaitu tahun 2036 adalah sebanyak 835 jiwa dengan total kebutuhan air sebesar 115.327,45 L/det/or, dengan debit rata-rata 12,40 L/det. Sementara itu, debit ketersediaan air yang ada saat ini adalah sebesar 333,185 liter/detik. Berdasarkan analisis keseimbangan air (water balance), diketahui bahwa ketersediaan air di Desa Rema saat ini berada dalam kondisi Surplus (masih mencukupi). Hasil ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara dalam pengembangan sistem penyediaan air minum (SPAM) di masa mendatang.
Copyrights © 2026