Syok hipovolemik merupakan kondisi kegawatdaruratan yang ditandai oleh penurunan volume cairan intravaskular secara signifikan sehingga menyebabkan gangguan perfusi jaringan dan berpotensi mengancam jiwa. Penanganan syok hipovolemik memerlukan respons cepat, pengkajian komprehensif, serta kolaborasi multidisiplin, khususnya di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Pembahasan ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian antara teori keperawatan kegawatdaruratan dengan pelaksanaan asuhan keperawatan pada pasien syok hipovolemik akibat perdarahan masif di IGD RS X BSD.Pembahasan difokuskan pada tahapan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, penegakan diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa pengkajian dilakukan secara sistematis melalui pemantauan tanda vital, tingkat kesadaran, perfusi jaringan, dan output urin. Diagnosa keperawatan utama yang ditegakkan adalah defisit volume cairan, perfusi jaringan tidak efektif, risiko penurunan curah jantung, serta risiko infeksi. Intervensi keperawatan difokuskan pada resusitasi cairan intravena, pemantauan hemodinamik ketat, perawatan luka, serta kolaborasi dalam transfusi darah. Evaluasi menunjukkan perbaikan kondisi pasien yang signifikan ditandai dengan stabilisasi tekanan darah, penurunan frekuensi nadi, peningkatan kesadaran, dan perbaikan perfusi ginjal. Pembahasan ini menegaskan bahwa penerapan asuhan keperawatan yang cepat, sistematis, dan berbasis teori sangat berperan dalam meningkatkan outcome klinis pasien syok hipovolemik di IGD.
Copyrights © 2026