Transformasi industri konstruksi di masa globalisasi dan Industry 4.0 menunjukkan peningkatan kompleksitas dalam rantai pasok bahan, serta kebutuhan akan kecepatan dan akurasi dalam pengambilan keputusan logistik. Meski demikian, sektor konstruksi masih mengalami masalah seperti fragmentasi dalam sistem kerja, kurangnya koordinasi antar pihak yang terlibat, dan keterbatasan dalam menerapkan teknologi informasi untuk pengadaan bahan. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti bagaimana fragmentasi sistem kerja dan keterbatasan penggunaan teknologi informasi memengaruhi efisiensi pengelolaan rantai pasok bahan di proyek konstruksi. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan menganalisis publikasi ilmiah yang terkemuka selama dua dekade terakhir. Analisis dilakukan melalui sintesis tematik dan analisis perbandingan untuk mengevaluasi kondisi pengelolaan rantai pasok sebelum dan setelah penerapan teknologi informasi. Hasil menunjukkan bahwa sistem kerja yang terfragmentasi dan proses yang masih manual menyebabkan keterlambatan dalam pengadaan bahan, miskomunikasi antarpihak, kurangnya visibilitas dalam logistik, serta keputusan yang diambil lambat dan tidak akurat. Di sisi lain, penggunaan teknologi informasi seperti ERP, BIM, dan sistem berbasis cloud membantu meningkatkan integrasi data, mempercepat pengiriman informasi secara real-time, serta meningkatkan kecepatan dan akurasi dalam pengambilan keputusan logistik. Penelitian ini menekankan pentingnya digitalisasi dan kerja sama lintas pihak untuk meningkatkan efisiensi dan keberhasilan pengelolaan rantai pasok bahan pada proyek konstruksi modern.
Copyrights © 2026