Pertumbuhan laba merupakan indikator penting dalam menilai kinerja dan keberlanjutan perusahaan, khususnya pada sektor healthcare yang mengalami dinamika signifikan selama periode 2020–2024 akibat pandemi dan fase pemulihan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Return on Assets (ROA), Current Ratio (CR), dan Debt to Equity Ratio (DER) terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan sektor healthcare yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan 23 perusahaan sektor healthcare selama periode 2020–2024 yang diperoleh dari BEI. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan pengujian hipotesis melalui uji t dan uji F menggunakan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial ROA berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan laba, sedangkan CR dan DER berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan laba. Secara simultan, ROA, CR, dan DER terbukti berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba perusahaan sektor healthcare. Temuan ini mengindikasikan bahwa kemampuan perusahaan dalam mengelola profitabilitas, likuiditas, dan struktur permodalan secara seimbang memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan laba yang berkelanjutan. Oleh karena itu, perusahaan sektor healthcare perlu mengoptimalkan pengelolaan aset, menjaga tingkat likuiditas yang efisien, serta mengendalikan struktur utang guna meningkatkan kinerja laba di tengah kondisi ekonomi yang fluktuatif.
Copyrights © 2026